Sabtu, 28 Agustus 2010

kota tua :kolaka

malam yang kesekian:bulan murung.
ah.bintang itu hinggap di ranting kering,
ada juga dinding embun mesra mengusap kaca jendela yang retak bening.

kulukis saja wajah mempelai malam
yang tercipta dari renta tangan alam
sembari kukenangkan lagi perang kata kita,
"akhirnya kota tua itu basah juga"
kata itu selalu kau ucap hingga menjelma mata pena
yang menuntaskan lukisan ku.

malam yang kesekian:bulan murung.
kunamakan saja kota tua itu kolaka.

kolaka 16 mei 2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar